Line array, akhir-akhir ini menjadi suatu kata yang sangat akrab di pendengaran kita. Memang perkembangan loudspeaker jenis ini begitu pesat dan semakin bervariasi. Baik merek, maupun tipe-nya. Di dalam aplikasi kebutuhan audio, line array membuat operasional kita menjadi semakin mudah dan cepat. Satu kelebihan inilah yang pada akhirnya banyak dilirik oleh pengguna sound system.
Apakah model speaker ini merupakan yang terbaik untuk kita? Dalam hal ini, penulis menghindari pro dan kontra dari tiap kepentingan yang ada. Namun sesuatu yang perlu kita ketahui adalah, bahwa dengan sistem loudspeaker line array, kita mampu mengendalikan Vertical Coverage Area (lihat gambar 1). Sedangkan horizontal coverage-nya, bisa dibuat selalu sama. Jadi, jika ingin mengendalikan coverage area, baik vertikal maupun horizontal, maka sudah pasti kita tidak boleh memilih line array.
Pernahkah kita memikirkan (saat melakukan instalasi), seberapa luaskah area yang mampu dikover oleh sistem line array speaker kita?
Atau dalam istilah teknis, bagaimanakah bentuk/pattern gelombang suara yang dihasilkan? Dapatkah kita mengubah bentuk/pattern gelombang suara (make a cylindrical wave form) tersebut? Kali ini penulis mengajak kita untuk berpikir dan melakukan langkah yang seharusnya dapat kita lakukan. Jika ingin memaksimalkan sebuah sistem line array, berarti kita harus melakukan dua langkah, yaitu:
a. Vertical Beam Array
Tatanan speaker yang memiliki sudut antarboksnya (splay angle), membuat kita mampu mengarahkan hasil suara line array speaker ke area yang dimaksudkan. Bentuk venue yang memanjang ataupun melebar, dapat kita cover dengan mengatur splay angle tersebut. Semakin memanjang bentuk venue kita, maka semakin lebarlah vertical beam yang harus dibuat. Dan, semakin banyak pula jumlah speaker yang akan digunakan (pattern gambar 2 merupakan potongan tampak samping Cylindrical Wave Form).
b. Vertical Steerable Array
Alternatif model line array, bentuk: I array, J array, atau C array yang diletakkan pada ketinggian tertentu memungkinkan terjadinya lompatan area yang akan dikover oleh loudspeaker. Mampukah kita mengemudikan arah suara dari sistem loudspeaker kita? Bila memiliki DSP controller di tiap boks loudspeaker line array, maka akan membuat kita semakin mudah dalam mengarahkan suara. Perlu diketahui, ‘steering’ secara sederhana dapat kita lakukan dengan mengatur time alignment dari tiap boks yang kita gunakan. Nah, dengan demikian kemungkinan kesalahan meletakkan sistem loudspeaker pada ketinggian tertentu bukanlah suatu masalah lagi.
Dapatkah hal ini dilakukan terhadap semua line array? Perlu juga kita ketahui bahwa tidak semua line array dapat mewujudkan mimpi ini. Rekomendasi penulis hanya sebatas pada Active Line Array Speaker. Di mana tiap boks speaker telah dilengkapi dengan DSP (Digital Signal Processor) dan power amplifier-nya. Namun demikian, Passive Line Array Speaker bukan berarti tidak bisa, tetapi harus mengeluarkan lebih banyak lagi pelengkap processing-nya.
sumber : audiopro